Masjid Al Fattah Tulungagung Menghadirkan suasana Sholat Bernuansa di depan Ka’bah Mekkah

by : Edy Setiawan

Tulungagung 25 Maret 2022
Masjid Al Fattah

Sebagai mukmin yang istiqomah menjalankan sholat Rawatib dan Sunnah dimasjid merupakan suatu keistimewaan bila dapat beribadah langsung didepan Kiswah Ka’bah ASLI bukan Replika.

Qodarulloh Kiswah tersebut saat ini telah terpasang di Masjid Al Fattah Tulungagung yang secara seremonial masjid tersebut akan diresmikan oleh ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bpk. H Yusuf Kalla tanggal 29 Maret 2022.

Banyak keunikan dan cerita panjang untuk mendapatkan Kiswah tersebut sampai terpasang di Masjid Al Fattah saat ini.

Mulai support utama yang membantu keberadaan Kiswah ke Masjid Al Fattah adalah Ust Ali Jabber Rahimahullohu dengan ikhtiyarnya telah memudahkan birokrasi dengan kerajaan Saudi dan pemerintah Indonesia.

Kiswah ASLI tersebut di rajut dari benang yg terbuat dari emas murni lebih kurang seberat 40kg untuk warna kuning dan untuk putih dari perak Murni, berat keseluruhan kiswah tersebut lebih kurang 100kg,

Kiswah tersebut terpasang di Ka’bah saat tahun 1426M atau 2005, setiap tahun Kiswah selalu di ganti baru oleh kerajaan Saudi menjelang musim Haji.

Jamaah yang sholat dimasjid Al Fallah kiblatnya langsung menghadap ke Kiswah tersebut, sehingga sangat tepat untuk pengobat rindu para jamaah yang pernah merasakan bersholat di depan Ka’bah di Mekkah.

Yang tidak kalah menariknya dari fasilitas di Masjid Al Fattah adalah dipasangnya sound system audio masjid dengan accoustic dan suara yg lembut khusus di desain sangat Profesional oleh Arsitek bertangan dingin jebolan ITS yang saat ini menspesialiskan dirinya untuk disain2 masjid dengan konsep out of the box (keluar dari pakem) tetapi jamaah tetap nyaman dan khusyuk dalam beribadah,

InsyaAllah kita dimasukkan Allah dalam golongan orang2 yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.

Allah SWT berfirman ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

innamaa ya’muru masaajidallohi man aamana billaahi wal-yaumil-aakhiri wa aqoomash-sholaata wa aataz-zakaata wa lam yakhsya illalloh, fa ‘asaaa ulaaa-ika ay yakuunuu minal-muhtadiin

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 18)

Aamiin Yaa Robbalalamin

Wallahualam Bissowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *